19 AprBudidaya Ikan Louhan untuk Pemula, Dijamin Berhasil!

Popularitas ikan louhan di kalangan pencinta ikan hias membuat ikan ini mulai banyak dibudidayakan. Karena merupakan hewan hibrida, pada dasarnya budidaya ikan louhan tidak terlalu sulit. Meskipun demikian, pemilihan bibit unggul nantinya akan dilakukan untuk menyeleksi anakan yang dapat dijual dan yang tidak. 

Cara Budidaya Ikan Louhan di Akuarium untuk Pemula

budidaya ikan louhan

1. Siapkan akuarium dan perlengkapannya

Hal pertama yang perlu Anda sediakan dalam budidaya ikan louhan adalah akuarium serta perlengkapannya. Akuarium yang akan digunakan sebaiknya memiliki ukuran panjang sekitar tiga hingga empat kali lebih ukuran ikan louhan yang akan dipijah. Sementara itu, perlengkapan akuarium yang dimaksud adalah filter, aerator, lampu uv serta hiasan akuarium. 

Filter berguna untuk membersihkan akuarium dari kotoran dan sisa-sisa makanan ikan. Aerator akan menjaga pasokan oksigen agar ikan tetap menetap dengan nyaman. Sementara itu UV berfungsi untuk pencahayaan yang tidak berbahaya bagi ikan. Selanjutnya, tanaman dan bebatuan akan membuat tempat tinggal ikan lebih asri dan membuat ikan nyaman untuk bertelur. Selain itu, anda juga butuh sekat kaca yang dapat dilepas sebagai pembatas ikan nantinya. 

2. Persiapkan air

Tidak semua sumber air menyediakan air dengan tingkat keasaman yang sama. Air yang dapat Anda gunakan untuk pengisi akuarium jenis ikan hias ini haruslah memiliki pH sekitar 6.5-7.5. Jika Anda menggunakan air kran atau sumur rumahan, Anda sebaiknya mendiamkan air tersebut selama satu hari untuk mengatur keasamannya tersebut. Selain itu, untuk mengatur keasaman ini juga dapat dilakukan dengan garam khusus ikan hias untuk hasil yang lebih cepat dibandingkan mengendapkan. 

Selain pH atau keasaman, hal lain yang perlu dilakukan adalah pengukuran suhu air tersebut. Suhu ideal untuk tempat tinggal ikan louhan adalah sekitar 32-35°C. Jika Anda menggunakan lampu, saat Anda juga harus berusaha mengecek suhu air akuarium ini secara berkala. 

3. Perhatikan pemberian makanan

Nutrisi yang cukup adalah poin penting lainnya yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemijahan. Sekitar dua minggu sebelum pemijahan, Anda perlu mengatur pemberian pakan pada ikan louhan. Pemberian makanan organik sangat dianjurkan guna memenuhi kebutuhan ikan akan protein. Pemberian pakan buat seperti pelet dapat dilakukan, namun jangan selalu karena dapat menurunkan kesuburan ikan. 

4. Memilih indukan berkualitas

Kualitas indukan dilihat dari fisiknya adalah hal yang penting untuk dilakukan karena akan secara langsung mempengaruhi kualitas anakan yang dihasilkan nantinya. Kualitas indukan ini dapat dilihat dari beberapa poin penting seperti kelengkapan dan kesempurnaan setiap anggota tubuh. Mulai dari sisik, sirip, keindahan warna dan body marking, serta bentuk jenong pada kepala. 

5. Pemijahan

Saat akuarium serta perlengkapannya sudah tersedia, serta ikan jantan dan betina yang akan dipijah juga sudah dalam kondisi prima, maka pemijahan akan dapat dilakukan. Sebaiknya, jangan secara langsung memasukkan dua ekor ikan berbeda jenis tersebut ke dalam satu kolam secara langsung karena akan menimbulkan perkelahian. Oleh karena itu, diperlukan sekat kaca untuk pembatas agar kedua ikan terbiasa dahulu satu sama lain selama beberapa hari. Jika keduanya tampak baik-baik saja, maka cobalah untuk secara perlahan membuka sekat kaca tersebut, kemudian amati kembali dalam beberapa jam apakah terjadi perkelahian. Jika tidak, biasanya ikan akan segera menjadi lebih dekat dan siap untuk melakukan perkawinan dan Anda sebaiknya menutup akuarium dengan kertas berwarna gelap. Anda juga sebaiknya mematikan filter air karena dapat membuat pembuahan tidak merata serta menghindari telur terseret dan terbawa oleh alat tersebut. 

6. Memisahkan indukan dengan telur

Dalam satu hingga dua hari biasanya sudah akan ada telur-telur ikan di dasar akuarium. Hanya saja, Anda akan melihat telur dengan warna kuning dengan bintik hitam serta telur-telur yang berwarna putih susu. Telur dengan warna putih susu merupakan telur yang tidak berhasil dibuahi. Jika banyak telur yang berhasil dibuahi, sebaiknya Anda mulai memisahkan indukan jantan karena berpotensi untuk memakan telur-telur tersebut. 

7. Memilih anakan berkualitas

Telur ikan louhan umumnya akan menetas kurang dari dua hari, dan setelah semuanya menetas, Anda harus telah memisahkan kedua indukannya ke akuarium lain. Selama lima hari pertama, Anda tidak perlu memberi anakan ikan ini makan karena masih memiliki “bekal” makanan dari telurnya. Setelah itu, Anda dapat memberi mereka kuning telur rebus yang sudah dihancurkan. 

Nah, sampai disini tahap budidaya ikan louhan sudah hanya tingga membesarkan dan melihat perkembangan fisiknya. Ciri-ciri fisik ikan louhan yang berkualitas adalah memiliki lengkungan di bagian kepalanya, memiliki warna merah atau kemerahan, memiliki tanda hitam (body marking), serta memiliki bentuk tubuh yang baik dan lengkap. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *