24 Apr5 Langkah Sebelum Budidaya Ikan Koi untuk Pemula

Sebagai salah satu jenis ikan hias yang populer, budidaya ikan koi mulai banyak dilakukan di Indonesia. Sebenarnya, hal tersebut bukan hal yang sangat sulit untuk dilakukan, tetapi dibutuhkan ketelitian, dan ketelatenan dalam prosesnya. Nah, kali ini kami akan membahas bagaimana langkah-langkah dalam pembudidayaan ikan koi bagi pemula. 

ikan hias koi

Sumber: Freepik

1. Menyiapkan kolam

Sebagaimana diketahui, ikan koi membutuhkan ruang gerak yang cukup karena memiliki ukuran yang lebih besar daripada kebanyakan ikan hias. Namun, untuk proses budidaya ikan koi, tidak dibutuhkan kolam yang dalam dan lebar sehingga Anda dapat menggunakan kolam terpal. Ukuran kolam yang dibutuhkan kira-kira 3×6 meter dengan kedalaman 60 cm dan ketinggian air 40 cm. Setelah kolam selesai, Anda perlu memasukkan tanaman air atau ijuk yang fungsinya adalah untuk tempat telur ikan. 

2. Memilih indukan ikan koi

indukan ikan

Sumber: Freepik

Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan dalam budidaya ikan koi adalah memilih indukan ikan koi. Untuk dapat dipijahkan, iko koi harus memiliki kriteria berikut:

  • Berusia 2 tahun atau lebih
  • Memiliki organ tubuh yang lengkap dan sempurna
  • Sehat dan bergerak aktif
  • Memiliki warna sisik yang cerah serta bebas dari kondisi seperti berjamur

Setelah Anda mendapatkan beberapa ikan yang memenuhi kualitas di atas, selanjutnya adalah menentukan ikan jantan dan betina yang akan dijadikan indukan ikan koi. Secara umum, ikan koi jantan dan betina akan tampak sama dan sulit membedakannya. Namun, jika Anda perhatikan dengan lebih seksama, maka satu per satu perbedaannya akan terlihat. Misalnya, ikan koi jantan memiliki tubuh yang lebih ramping daripada ikan betina yang cenderung lebih bulat. Bentuk sirip pada ikan koi jantan adalah segitiga sementara sirip ikan betina berbentuk bulat seperti kipas. 

Jika Anda belum cukup yakin, maka Anda dapat memeriksa bagian anus ikan koi yaitu dengan cara menekannya. Jika yang keluar adalah kotoran, maka ikan tersebut adalah ikan betina sebab jika anus koi jantan ditekan akan mengeluarkan sperma. 

3. Pemijahan Ikan

ikan hias

Masukkan ikan koi betina pada kolam yang telah dipersiapkan pada sore hari, selanjutnya masukkan ikan koi jantan sekitar dua atau 3 jam kemudian. Agar pemijahan terhindar dari kegagalan, sebaiknya Anda memasukkan lebih dari satu ikan koi jantan. Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari hingga pagi hari, setelahnya Anda harus mengeluarkan indukan dari kolam tersebut untuk menghindari telur ikan dimakan oleh induknya. 

4. Penetasan larva ikan koi

budidaya ikan koi

Sumber: Freepik

Telur ikan koi biasanya menempel pada ijuk atau tanaman air yang Anda masukkan. Anda harus memastikan telur-telur ikan koi tersebut selalu berada di dalam air agar bisa menetas. Dalam dua hari, telur akan menetas dan burayak atau anak ikan koi sudah terlihat di kolam yang Anda gunakan. Jika anak burayak sudah terlihat, Anda sebaiknya mengangkat ijuk atau tanaman air yang Anda gunakan untuk meletakkan telurnya. 

5. Perawatan burayak atau anak ikan koi

Anak ikan yang baru saja menetas tidak perlu Anda beri makanan hingga 4 hari setelahnya. Selanjutnya, Anda dapat memberikan kuning telur rebus yang sudah dihancurkan atau kutu air yang disaring. Selanjutnya, jika burayak sudah tumbuh lebih besar, Anda dapat memberikan kutu air yang tidak disaring atau artemia. Setelah berusia sekitar 3 minggu anak ikan koi sudah siap dilepaskan pada kolam pembesaran. 

budidaya ikan koi

Sumber: Freepik

Nah, itu dia langkah-langkah yang perlu Anda lakukan dalam budidaya ikan koi. Selanjutnya Anda hanya perlu merawat anak-anak ikan koi hingga mereka tumbuh dewasa dan siap dipilih untuk dijual atau diletakkan pada kolam hias. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *