16 MayAdu Ikan Cupang, Bagaimana Sejarahnya?

Adu ikan cupang bukanlah sesuatu yang asing bagi kita masyarakat Indonesia. Kegiatan tersebut seolah sudah menjadi hal yang lumrah mengingat ikan cupang sendiri sering dijadikan mainan oleh anak laki-laki. Mereka memelihara ikan cupang umumnya memang untuk diadu dengan ikan cupang lain, namun ada juga yang sekadar memelihara. Bagi banyak orang, kebiasaan memelihara ikan cupang ini terbawa hingga remaja dan dewasa yang menjadikan mereka penghobi ikan hias di kemudian hari. 

adu ikan cupang

Sumber: Pinterest

Perilaku dan karakteristik ikan cupang

Ikan cupang memiliki karakter yang tangguh baik secara fisik maupun mental. Hal ini membuat mereka dapat hidup dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Namun, salah satu perilaku yang dominan dari ikan ini adalah keganasan atau perilaku agresif mereka. 

Di habitatnya di alam liar, ikan cupang kerap memperlihatkan keganasan apabila terlibat dalam perebutan makanan atau wilayah. Hal ini akan membuat pejantan mengembangkan insang serta sirip-sirip yang mereka miliki untuk membuat gentar pejantan lainnya. Seringkali perkelahian tersebut hanya berupa unjuk gigi atau garang-garangan, namun terkadang dapat berujung pada perkelahian fisik. 

Dijadikan ikan aduan

Perilaku agresif ikan cupang tersebut ternyata menjadi daya tarik sendiri sehingga ikan ini mulai dijadikan ikan aduan. Masyarakat di Indonesia sendiri mulai menangkap ikan cupang dan membawanya ke darat untuk diadu dengan ikan cupang lainnya. Menariknya, ikan ini bahkan dapat ditempatkan pada wadah kecil dan beradaptasi dengan baik. 

Hal ini juga terjadi di negara-negara lain Asia Tenggara lain yang memiliki jenis ikan yang sama, seperti Thailand. Namun, varietas yang terdapat di negara tersebut berbeda dengan yang terdapat di Indonesia. Selain itu, ikan cupang asal Thailand juga lebih dahulu mendapatkan pemuliaan yang membuat memiliki agresi tinggi, selain menarik secara tampilan. 

Ikan cupang di Thailand ini dikembangkan dari jenis khusus yang memang dikenal paling ganas di alam liat. Mereka disebut plakat yang artinya “menggigit” yang mengacu pada sikap agresif ikan ini saat. Jenis ikan ini kemudian dikembangkan khusus untuk bertarung sehingga jenis plakat pun dikenal sebagai ikan petarung ke seluruh penjuru dunia. 

Adu ikan cupang

Dalam adu ikan cupang, dua ikan jantan akan dimasukkan ke dalam satu wadah yang sama sehingga mereka akan saling menyerang dan menggigit satu sama lain. Serangan ini dapat menjadi sangat brutal dan tidak akan berhenti hingga salah satunya terluka atau bahkan mati. Hal ini membuat adu ikan cupang dilarang di banyak negara dengan alasan kekerasan pada hewan yang dapat menyebabkan kematian. Pelanggarnya bahkan dapat dijatuhi pidana yang dapat menjadi ganda jika disertai dengan taruhan uang atau judi. 

Kecenderungan bertarung berdasarkan jenis kelamin

Secara umum, adu ikan cupang melibatkan ikan jantan karena mereka memiliki sifat agresif untuk menandai wilayah teritorial masing-masing. Hal ini membuat mereka sama sekali tidak dapat ditempatkan dalam satu wadah untuk dipelihara bersama. Bahkan jika akuariumnya disekat, sekatnya harus yang benar-benar menutup dan menghilangkan visibilitas satu sama lain. 

Sementara itu, meski juga memiliki keagresifan, ikan betina masih dapat dipelihara secara bersamaan sekitar 4-5 ekor secara bersamaan. Mereka akan tampak agresif pada awalnya, namun itu hanya sementara hingga mereka menentukan “kedudukan” masing-masing. Hanya saja, jika Anda memasukkan ikan baru ke dalam akuarium tersebut, hal itu akan merusak tatanan dan tidak dipungkiri bahwa perkelahian dapat terjadi. 

Post Tagged with ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *